HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PENJAMAH MAKANAN DENGAN PERILAKU HYGIENE SANITASI DI INSTALASI GIZI RSUD MAJALENGKA TAHUN 2025
DOI:
https://doi.org/10.70476/jfkes.v5i1.009Kata Kunci:
Hygiene Sanitasi, Pengetahuan, Penjamah Makanan, Perilaku, SikapAbstrak
Makanan merupakan kebutuhan penting dalam kehidupan manusia, praktik higiene dan sanitasi oleh penjamah makanan diperlukan aman dan terhindar dari berbagai organisme atau bahan berbahaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap penjamah makanan dengan perilaku hygiene sanitasi di Instalasi Gizi RSUD Majalengka. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan model penelitian cross sectional. Sampel penelitian menggunakan total sampling sehingga sampel berjumlah 25 orang penjamah makanan di Instalasi Gizi RSUD Majalengka. Pengumpulan data meliputi pengisin kuisioner pengetahuan dan sikap oleh responden serta observasi perilaku hygiene sanitasi responden oleh peneliti. Analisis data dilakuikan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan dan perilaku dengan nilai p-value 0,561 serta tidak ada hubungan antara sikap dan perilaku dengan nilai p-value 0,320. Kesimpulan dari penelitian ini adalah meskipun pengatahuan dan sikap penjamah makanan baik, hal tersebut tidak menjamin terbentuknya perilaku hygiene sanitasi yang baik. Karena selain faktor pengetahuan dan sika pada faktor lain yang berpengaruh, seperti kebiasaan, tidak tersedianya alat dan fasilitas hygiene sanitasi, kurangnya monitoring dari atasan serta belum terpapar edukasi terkait hygiene sanitasi. Diharapkan penjamah makanan memiliki kepatuhan yang lebih tinggi dalam pemakaian APD saat bersentuhan langsung dengan makanan serta konsisten menjaga perilaku higienis saat menyiapkan dan mengolah makanan, termasuk membatasi percakapan, tidak mengenakan perhiasan, dan mencuci tangan menggunakan sabun terlebih dahulu.






