HUBUNGAN ASUPAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA PASIEN RAWAT JALAN POLI DALAM RSI ASSYIFA KOTA SUKABUMI TAHUN 2025
DOI:
https://doi.org/10.70476/jfkes.v5i1.004Kata Kunci:
Diabetes Melitus Tipe 2, Pasien Rawat Jalan, Pola MakanAbstrak
Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) adalah masalah kesehatan global dengan prevalensi meningkat di Indonesia (IDF 2021, SKI 2023). Pola makan tidak sehat diidentifikasi sebagai faktor risiko utama. Tingginya kunjungan pasien di Poli Dalam RSI Assyifa Kota Sukabumi menunjukkan urgensi perhatian terhadap pola makan sebagai kontributor penyakit ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan asupan pola makan dengan kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 pada pasien rawat jalan Poli Dalam RSI Assyifa Kota Sukabumi tahun 2025. Studi kuantitatif cross-sectional ini melibatkan 37 responden Diabetes Melitus Tipe 2 di Poli Dalam Rawat Jalan RSI Assyifa Kota Sukabumi pada April 2025. Sampel dipilih melalui accidental sampling (usia 30-70 tahun, terdiagnosis Diabetes Melitus Tipe 2, bersedia berpartisipasi, dan dapat berkomunikasi). Data pola makan dikumpulkan menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), dikategorikan “baik” atau “buruk” berdasarkan median skor. Data kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 diperoleh dari diagnosis dokter dan pemeriksaan gula darah. Analisis data menggunakan Univariat dan Bivariat (uji Chi-Square, p < 0,05). Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara pola makan dan kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 (P-Value 0,006; α = 0,05). Implikasi temuan ini adalah responden dengan pola makan buruk memiliki risiko 7,040 kali lebih tinggi mengalami Diabetes Melitus Tipe 2 dibandingkan yang pola makannya baik. Terdapat hubungan signifikan antara asupan pola makan dengan kejadian DMT2 pada pasien rawat jalan Poli Dalam RSI Assyifa Kota Sukabumi tahun 2025. Pola makan buruk secara signifikan meningkatkan risiko terjadinya Diabetes Melitus Tipe 2.






