HUBUNGAN KEBIASAAN MINUM KOPI DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CIDERES TAHUN 2025
DOI:
https://doi.org/10.70476/jfkes.v5i1.008Keywords:
Hipertensi, Kafein, Kebiasaan Minum KopiAbstract
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular (PTM) yang prevalensinya masih tinggi di Indonesia. Hipertensi dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku. Salah satu perilaku yang dapat menyebabkan terjadinya hipertensi yaitu minum kopi. Minum kopi yang mengandung kafein dapat merangsang konstraksi pembuluh darah sehingga dapat meningkatkan tekanan darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasan minum kopi dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di ruang rawat inap RSUD Cideres. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 orang yang diambil dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data meliputi data identitas, data gambaran umum subyek dan data tekanan darah pasien diperoleh dari catatan medik subyek, sedangkan kebiasaan minum kopi diperoleh dengan metode kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa mayoritas subjek pada penelitian ini menderita hipertensi grade I sebanyak 23 orang (46%), mayoritas subjek pada penelitian ini memiliki kebiasaan minum kopi ringan sebanyak 31 orang (62%), dari hasil uji analisis Rank Spearman didapatkan nilai p = 0,219 (p > 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan minum kopi dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di ruang rawat inap RSUD Cideres tahun 2025.






