HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN ASUPAN MAKANAN DENGAN STATUS GIZI PASIEN HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CIDERES TAHUN 2025
DOI:
https://doi.org/10.70476/jfkes.v5i1.013Kata Kunci:
Hemodialisis, Kepatuhan Asupan Makanan, Status GiziAbstrak
Kondisi malnutrisi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis diakibatkan oleh protein energy wasting (keadaan tubuh kehilangan cadangan protein dan massa lemak) dan kekurangan atau kehilangan mikronutrien. Skrining malnutrisi diperlukan dengan cara monitoring status gizi pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kepatuhan asupan makanan dengan status gizi pasien hemodialisis di Rumah Sakit Umum Daerah Cideres. Penelitian ini menggunakan metode korelatif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien yang menjalani hemodialisis di Rumah Sakit Umum Daerah Cideres yang melibatkan sampel dengan memperhatikan kriteria ekslusi dan inklusi. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan formulir food recall 24 jam untuk mengukur tingkat kepatuhan asupan makanan dan pengukuran secara langsung untuk mengukur status gizi. Analisis data untuk mengetahui hubungan tingkat kepatuhan asupan makanan dan status gizi menggunakan uji korelasi Rank Spearmen. Hasil penelitian menunjukan sebesar 53% responden tidak patuh dan sebesar 37,9% responden dengan status gizi kurang. Hasil uji hubungan tingkat kepatuhan asupan makanan dengan status gizi menunjukkan p-hasil 0,028 yang artinya ada hubungan tingkat kepatuhan asupan makanan dengan status gizi pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Cideres. Kesimpulan pada penelitian ini adalah kepatuhan asupan makanan signifikan mempengaruhi status gizi. Saran untuk peneliti lain sebaiknya melakukan penelitian untuk mencari faktor lain yang dapat mempengaruhi status gizi pada pasien hemodialisis.






