HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN PRAKTIK PEMBERIAN MP-ASI SECARA RESPONSIVE FEEDING DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 6-23 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LARANGAN KOTA CIREBON
DOI:
https://doi.org/10.70476/jfkes.v5i1.012Kata Kunci:
Pengetahuan ibu, MP-ASI, responsive feeding, status gizi, balitaAbstrak
Status gizi balita sangat dipengaruhi oleh pola asupan makanan dan praktik pengasuhan, termasuk pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Salah satu pendekatan yang dianjurkan adalah responsive feeding, yaitu pemberian makan yang memperhatikan sinyal lapar dan kenyang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dan praktik pemberian MP-ASI secara responsive feeding dengan status gizi balita usia 6–23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Larangan Kota Cirebon. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan baik tentang MP-ASI (81,1%) dan praktik pemberian MP-ASI secara responsive feeding yang baik (84,8%). Hasil uji statistik menggunakan chi-square antara pengetahuan terhadap status gizi balita usia 6-23 bulan (p=0,010). Dan pada praktik pemberian MP-ASI secara responsive feeding terhadap status gizi balita usia 6-23 bulan (p=0,699). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan status gizi balita usia 6–23 bulan. Sedangkan pada praktik pemberian MP-ASI secara responsive feeding tidak terdapat hubungan yang signifikan. Peningkatan pengetahuan ibu serta praktik responsive feeding yang tepat dapat membantu memperbaiki status gizi balita. Hal ini mengindikasikan bahwa praktik pemberian makan secara responsive feeding bukan satu-satunya faktor yang menentukan status gizi anak.






