DAMPAK PENGASUHAN KEAGAMAAN OTORITER TERHADAP SPIRITUAL ANXIETY REMAJA
DOI:
https://doi.org/10.704776/jfik.v7i2.8Kata Kunci:
Pengasuhan Otoriter, Spiritual Anxiety, Remaja, Psikologi AgamaAbstrak
Masa remaja merupakan periode kritis dalam perkembangan spiritualitas individu. Keluarga, khususnya pola pengasuhan orang tua, memiliki peran utama dalam membentuk pemahaman dan emosi keagamaan anak. Salah satu pola asuh yang kerap diterapkan adalah pengasuhan keagamaan otoriter yang menekankan kontrol ketat, kepatuhan mutlak, dan minimnya komunikasi dua arah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis dampak pengasuhan keagamaan otoriter terhadap munculnya kecemasan spiritual (spiritual anxiety) pada remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur (literature review) dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah bereputasi, jurnal nasional, serta buku teks yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pola pengasuhan keagamaan yang otoriter berpotensi menimbulkan kecemasan spiritual yang tinggi pada remaja, yang ditandai dengan rasa takut berlebih terhadap dosa, ketakutan akan hukuman Tuhan, perasaan bersalah, serta konflik batin akibat minimnya ruang diskusi keagamaan. Pola pengasuhan yang seimbang antara bimbingan dan dukungan emosional sangat diperlukan agar perkembangan spiritual remaja dapat tumbuh secara sehat tanpa memicu tekanan psikologis.






