IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PENGAWASAN (SURVEILLANCE TECH) DAN DAMPAKNYA PADA ETIKA KARYAWAN PT. TAMTAMA PERKASA
Keywords:
Surveillance technology, employee ethics, panopticon, power relations, subtle resistanceAbstract
Artikel ilmiah ini mengkaji secara mendalam implementasi teknologi pengawasan (surveillance tech) dan dampaknya terhadap etika karyawan melalui studi kasus di PT. Tamtama Perkasa. Seiring dengan peningkatan digitalisasi operasional, perusahaan mengadopsi mekanisme pengawasan elektronik intensif yang memicu dilema etis. Menggunakan pendekatan kualitatif kritis, penelitian ini menganalisis relasi kuasa, persepsi karyawan, dan adaptasi perilaku dalam lingkungan kerja yang dipantau. Temuan penelitian menunjukkan fenomena kebaruan berupa pergeseran dari "etika integritas intrinsik" menjadi "etika performatif", di mana karyawan bersikap patuh hanya sebatas visibilitas algoritma (swa-regulasi panoptik). Selain memicu stres psikologis akibat relasi kuasa yang asimetris, pengawasan ini juga melahirkan bentuk-bentuk resistensi subtil, seperti manipulasi kehadiran digital, yang menandai adanya kesenjangan tajam antara kebijakan formal perusahaan dan realitas praktik etika di lapangan. Studi ini menyimpulkan bahwa pengawasan yang mengabaikan empati dan kepercayaan justru merusak kompas moral karyawan, sehingga diperlukan restrukturisasi kebijakan pengawasan yang berpusat pada transparansi dan keadilan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah ATSAR Kuningan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.






